Puisi Paling Sedih

Juni 27, 2009 at 4:48 am (PUISI)

sedih

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
misalnya, menulis: “malam penuh bintang,
dan bintang bintang itu, biru, menggigil di kejauhan.”
angin malam berkelit di langit sambil bernyanyi.

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
aku pernah mencintainya, dan kadang-kadang dia pernah
mencintaiku juga.
di malam-malam seperti ini, aku rangkul dia dalam pelukan.
aku ciumi dia berkali kali di bawah langit tak berbatas.

dia pernah mencintaiku, kadang-kadang aku pun mencintainya.
bagaimana mungkin aku tak akan mencintai matanya yang besar dan tenang
itu?

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
kerna aku tak memilikinya. kerna aku kehilangan dia.

kerna malam begitu mencekam, begitu mencekam tanpa dirinya.
dan puisiku masuk dalam jiwa seperti embun pada rumputan.

tak apa kalau cintaku tak bisa di sini menahannya.
malam penuh bintang dan tak ada di sini dia.

begitulah.
di kejauhan, seseorang menyanyi.
di kejauhan. jiwaku mati kini tanpa dia.

kerna ingin menghadirkannya di sini, mataku mencarinya.
hatiku mencarinya dan tak ada di sini dia.

malam yang itu itu juga, yang membuat putih pohonan
yang itu itu juga.
kami, yang dulu satu, tak lagi satu kini.

aku tak lagi mencintainya, benar,
tapi betapa cintanya aku dulu padanya.
suaraku menggapai angin hanya untuk menyentuh
telinganya.

milik orang lain. dia akan jadi milik orang lain.
seperti dia dulu milik ciuman ciumanku.
suaranya, tubuhnya yang kecil.
matanya yang memandang jauh.

aku tak lagi mencintainya, benar, tapi mungkin aku mencintainya.
cinta begitu pendek dan memori begitu singkat.

kerna di malam malam seperti ini dulu aku rangkul dia
dalam pelukan,
jiwaku mati kini tanpa dirinya.

mungkin ini luka terakhir yang dibuatnya,
dan ini puisi terakhir yang kutulis untuknya.

-terjemahan Saut Situmorang-

Sumber: http://onlydey.blogspot.com

17 Komentar

  1. pitho said,

    waktu terlalu berharga ketika kita sudah menyesal

  2. Diana Indriati said,

    Nasi sudah menjadi bubur…penyesalan selalu datang terlambat..^^

  3. eka said,

    penyesalan emng selalu menyakitkan kita cinta tlah tumbuh dan berbung22 dia pergi menjauh…………….
    dan hanya menyesal yng tertngal
    jdi seblum itu terjadi gunakan lah hri mu yang terbaik
    oke

  4. Diana Indriati said,

    iya..terkadang kenyataan tidak seperti yang diimpikanšŸ™‚

  5. ottocaem said,

    mncinta tapi tak ingin disakiti………???

  6. Siti said,

    Kita sbgai manusia jangan pernah menyerah dngan cnta

  7. syukur said,

    puisinya sangat indah..

  8. cus said,

    mncntai 9 perlu memlki , sndnya ia 9 bsa di mlki… biarlah smua b;lalu 9 usah di sesali

  9. ewin said,

    jatuo tapai…

  10. ewin said,

    Bila terpaksaā€¦
    Aku akan pergi dari cinta muā€¦
    Dan membiarkan
    Tangis pecah di hati..

    Makaā€¦
    Berikan aku setangkai syair hati mu..
    Untuk ku belai dalam mimpi..
    Untuk ku cumbu bila ku butuhkan..

    Jiwa pecintamuā€¦.
    Bila kau peluk rayu kata mu..
    Kau ukir di sepi mu..

    Makaā€¦
    Tetaplah engkau tersenyum
    Dengan sisa cinta..

    Agarā€¦
    Indah mu selalu membadai
    Di akhir tiupan nafaskuā€¦

  11. ARrie said,

    ciNta itu gimana ceh…….
    aku tidak pernah bisa merasakan bahagianya cinta,yang ada hanya sakit dan selalu mengalah!!!!!!

  12. fazar said,

    cinta . .datang,,,cinta pergi

  13. M. Roni said,

    Cinta itu gk da,,?

    eqq Sma CInta,,,?

    Cinta pertma2 Zz senang…?
    setelah itu,, yg ada Sedih,, nangis..?šŸ˜¦

  14. Patah Hati said,

    mengapa aku telah mengenal dia, dan telah mencintainya, aku ingin pergi tapi aku mampu, oh oh oh,,,,,,,

  15. Putra maulana cikarang said,

    PENYESALAN TERLALU DATANG TERLAMBAT.

  16. Putra maulana cikarang said,

    PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT….?

  17. Adit Maulana said,

    Putus asa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: