Berhenti Selingkuh

November 2, 2009 at 7:20 am (CERPEN)

“Mita” kudengar ada yang memanggilku saat aku belanja bersama kedua buah hatiku di Sri Ratu.Kutolehkan wajahku, ops,apa aku g salah lihat dia adalah kakak kelasku yang juga mantan pacarku saat smu.”Eh mas Yopi” jawabku sambil tersipu malu seperti gadis remaja padahal aku dah punya buah hati.”Ini anak2 mu mit,mereka ganteng dan cantik seperti mamanya” tanya Yopi padaku “Iya mas,anakku dah 2, mas Yopi dah berapa?”tanyaku balik”Jangankan punya anak mit,married aja belum,aku masih sering ingat sama kamu mit”.”Udahlah mas itu kan dah berlalu, maaf mas aku dah selesai belanja, aku duluan ya” buru2 ku pamit aku g mau terlalu jauh masuk ke masa lalu, apalagi ada kedua buah hatiku di sampingku.”Mita boleh aku minta no Hpmu”tanyanya”masih no yg sama mas sewaktu smu dulu”jawabku.

2 hari setelah kejadian itu Hpku berdering”Assalamu’alaikum”sapaku duluan setiap ada yang menelponku.”walaikumsalam,apa benar ini mita?”tanya penelpon di seberang”ya betul,maaf ini siapa ya?”.tanyaku”ini aku mit,Yopi”Degg..jantungku serasa berdegup kencang karena terlalu senang mas Yopi menelponku,padahal aku tau ini adalah sebuah dosa,dan sejak itu dia sering menelponku,tanpa setau suamiku karena memang suamiku percaya penuh kepadaku dan g pernah dia sekalipun membuka Hpku,Dan suatu hari
“Mita maukah kamu jalan2 menemaniku selama aku di sini karena waktuku di kota ini tinggal 1 minggu lagi mit”Itu permintaan Mas Yopi, karena dia adalah seorang kontraktor sukses yang sedang mengerjakan proyek perumahan di kota ini,berbeda dengan suamku yang hanya seorang karyawan swasta.”Boleh mas,mas mau aku temani kemana?”aku gak bisa menolak permintaannya,karena aku memang merindukan masa2 lalu dimana kami sering jalan kemanapun kami mau.”Kita ke Sarangan aja Mit,tempat itu dulu juga yang kita sering datangi”.”Ok,kapan mas”tanyaku senang seperti gadis remaja yang akan diajak pergi pacarnya.”hari Kamis nanti ya mit,kita ketemu di IndoMart”itulah janjian pergi kami yang pertama,yang membuatku merasakan seperti jaman smu dulu,selagi aku pergi , anak2 dijaga oleh Bik Narti pembantuku,tanpa banyak tanya mereka mau aku tinggal sama pembantuku.

Setelah ke Sarangan pertemuanku berlanjut dengan mas Yopi tanpa diketahiu suamiku,dan aku merasa nyaman dengannya,dia selalu membelikan apa yang aku mau,selama aku bersamanya gak sedikit uang yang dikeluarkannya untukku, untuk membelikanku gaun, kalung, jg sepasang anting2 yang mungkin suamiku gak bisa beli,karena gajinya yang minim.Selama bepergian kami makan bersama,cerita tentang masa lalu yang indah,kami hanya sebatas itu,walau suatu kali dia ingin menciumku,tapi dengan halus kutolak dan kuingatkan dia kalau aku dah berkeluarga.

Tapi setelah 4 kali aku jalan dengannya hatiku merasa gak nyaman karena aku meninggalkan tanggung jawabku sebagai ibu dari kedua buah hatiku juga istri dari suamiku, hatiku resah,dirundung rasa bersalah kepada keluargaku.Aku masih cinta dan sayang kepada kedua buah hatiku juga suamiku walaupun suamiku tak bisa memberiku seperti apa yang diberi mas Yopi kepadaku,hingga 1 hari sebelum kepulangannya ke kota tempatnya bekerja aku beranikan diri menolak ajakannya”Maaf mas, aku gak bisa”,”Kenapa Mit, kamu berubah gak seperti kemarin2″.”Aku ingin kembali jadi ibu dan istri yang setia mas seperti sebelum mas Yopi datang”.”Tidakkah kau ingin bersamaku mit seperti dulu, aku gak bisa melupakanmu mit, kamu beda dengan cewek2 yang pernah kukenal,aku gak bisa membuka hatiku tuk wanita lain mit”itu sebagian dari kata2 mas Yopi yang coba tuk meluluhkan hatiku,tapi aku tetap pada pendirianku ,kan kuhentikan perselingkuhanku ini,sebelum terlalu jauh aku terlena dengan perselingkuhan ini,aku rindu keluargaku.”Tapi maaf mas, aku dah punya keluarga kecil yang bahagia walau tak semakmur kamu mas, tapi aku bahagia bersama keluargaku, kamu punya segalanya mas, wanita mana yang tidak mau sama kamu,sekali lagi aku minta maaf mas.”kataku”Ya sudahlah mit,aku sebenarnya masih sangat cinta kamu,tapi mau bagaimana lagi kamu telah mengambil keputusannmu tuk mempertahankan keluargamu daripada memilih aku yang lebih segalanya dari suami kamu,maafkan aku  mit jika aku berkata begitu,salam buat suami juga kedua anakmu mit” Kuanggukan kepala sambil berkata”hati hati mas kalau pulang nanti, jangan lupa kirim undangan jika mas telah menemukan wanita yang mas akan jadikan istri”
yahh semuanya telah berlalu, aku tak ingin kembali ke masa lalu, masa depanku adalah keluargaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: