Mimpi Setelah Mati

November 2, 2009 at 6:55 am (CERPEN)

mati

Mengillhami hidup sama bagaikan mengilhami sebuah puisi, kadang dimengerti dan kadang sulit untuk dipahami, kadang dapat dijalani namun terkadang ingin diakhiri.Aku sendiri mengalami pasang surut kehidupan itu, pernah hampir bunuh diri, tapi untungnya aku masih berakal budi untuk bangkit lagi.

Aku sering menangis lirih menghadap awan putih dilangit, berharap bisa bersentuhan langsung dengan tangan ilahi. Sambil memejamkn kedua mataku, tanganku terkatup dan mengadah ke langit, berharap Yang Esa mau menolongku saat ini juga.Yahh,tapi Tuhan punya caranya sendiri untuk berkaya.

Pagi ini aku mencoba mengilhami hidup sekali lagi, aku cermati lingkungan sekitar dari awan hingga ke tanah aku berpijak, berharap hari ini akan ada pelangi dipagi hari, lagi-lagi aku memikirkan hal yang mustahil, mana ada pelangi dipagi hari?, apalagi tadi malam panas sekali.Aku berjalan di gank menuju jalan raya untuk dapat menaiki Bis yang sampai tepat didepan kantorku, dan sekali lagi aku mengaharapkan Bis yang aku naiki nanti tidak berhenti lama untukmencari penumpang, karena aku suka telat gara-gara cara mereka untuk mencari uang,tapi sekali lagi yang aku hadapi, Bis yang aku naiiki berhenti lama di pangkalan dan tak kunjung berangkat, aku melihat jarum jam dan sudah pukul 07.30 WIB, segera aku bergegas turun dari Bis dan langsung menaikki ojek agar lebih cepat sampai dikantor, pangkalan ojek itu diseberang jalan, aku menyebrang dengan terburu-buru, dan hampir aku menabrak truk yang melintas didepanku, semua orang tegang melihat ke arahku, namun Tuhan pasti masih baik padaku, aku hanya lecet saja dan bajuku kotor karena truk tersebut berhasil membuatku terjebur dalam selokan yang kotor.

Aku kembali ke rumah untuk berganti pakaian. Sampai dirumah aku mandi, dan bergegas kekantor lagi walau telat. Waktu keluar dari pintu gerbang rumahku, mataku terbelangak kagum melihat pelangi yang indah diawan, aku terseyum dan mengadah ke langit sekitar 3 menit melihat pelangi dengan cekungan yang sempurna dan dipadu warna yang indah, hemm… entah kenapa hatiku damai sekali, aku melangkah ringan menuju pangkalan Bis, bis yang aku sering tumpangi biasanya penuh sesak dengan manusia, kotor, dan panas, karena tidak ber AC, namun hari ini Bis itu kosong dengan kursi yang empuk dan sejuk, dan tidak seperti biasanya, Bis itu langsung berangkat, aku duduk dengan hati yang sangat nyaman, karena sudah lama aku memimpikan hal seperti ini, walau keinginanku sederhana namun sepertinya susah untuk didapati. Baru 15 detik Bis ini berjalan, tiba2 Bis nya berhenti mendadak tepat di seberang pangkalan ojek, ternyata ada kecelakaan dan menelan korban 1 orang, dengan kejadian ini sudah dipastikan aku terlambat lagi, kulihat jam tangan dan jarum jam menunjukkan pukul 07.30 WIB, aku tersentak kaget, kuketok jam tanganku dengan jariku, tapi jam ini tidak mati, jarum jamnya berjalan, sempat aku bingung melihat jam tanganku, tapi hal itu tidak membuatku menjadi gusar, aku masih memikirkan untuk dapat sampai dikantor, lalu aku menyebrang jalan ke pangkalan ojek untuk menaiki ojek agar lebih cepat sampai kantor,kali ini aku benar2 marah karena tukang ojek itu tidak ada yang mau mendengarku,,tiba-tiba ada seorang pria menghampiriku, ia mengulurkan tanganya dan menggandeng aku ke tempat kecelakaan itu, aku kaget melihat tubuhku terbaring penuh darah diselokan yang kotor, lalu aku tersadar …walau hidup itu terkadang tidak indah, tapi percuma merasa indah setelah kita merasakan kita tidak hidup lagi.

1 Komentar

  1. Herizal Alwi said,

    Nice Job
    I Like it🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: