Senyum Yang Tak Akan Pernah Kembali

November 2, 2009 at 7:10 am (CERPEN)

Sekarang sudah tahun 2009, Diana namaku, dan tidak terasa sudah 3 tahun aku berjuang untuk hidup dengan senyuman. Tersenyum, satu kata yang sangat susah aku lakukan belakangan ini, dengan banyak masalah-masalah yang aku hadapi..rasanya aku sudah mengeluarkan banyak air mata, tapi air mata itu tidak berguna, karena sejauh yang aku tahu..air mata tidak pernah menyelesaikan masalah.

Pagi ini adalah awal aku harus mengubah hidupku, aku berjanji tidak akan putus asa lagi.Sampai dikampus, aku langsung menyalakan laptopku dan membuka situs pertemanan, lalu langsung mengupdate statusku “Haari yang baru dengan hati yang baru”, aku mengetiknya dengan mata yang optimis. Pukul 09.00 WIB mata kuliah manajemen risiko telah dimulai, Bp. Dodo, dosenku masuk sambil membawa setumpuk kertas, yang berisi judul presentasi untuk besok..”Yah tugas lagi” keluhku dalam hati, namun Bp.Dodo sepertinya bisa membaca isi hatiku, dia tersenyum ramah padaku dan memberi semangat kepadaku, sekali lagi aku ingin tersenyum namun susah, jadi aku hanya menganggukkan kepala, tanda setuju

Tugas presentasi ini, aku sekelompok dengan Doni dan Ina, dua sahabatku, dan menjadi peran penting dalam hidupku. Kami mengerjakan tugas sampai larut, aku mulai mengantuk, lalu tanpa sadar aku tertidur di pangkuan Doni, Doni mengelus tanganku, dan Ina menggenggam tangan kiriku, aku merasakan sentuhan kasih dari mereka berdua, tapi yang selalu aku impikan adalah Bp.Dodo, kadang bermimpi indah waktu kami pernah merasakan indahnya dibawah payung yang atas nama CINTA dan SAYANG, namun mimpiku berubah menjadi buruk ketika ia merajah tubuhku dengan nafsu dan masih dibawah payung atas nama CINTA dan SAYANG, mulai dari situ senyumku hilang, dan tak pernah kembali

Pernah senyuman itu kembali, ketika Doni, sahabatku yang kukenal saat kuliah, ia anak orang kaya,,mama dan papanya di luar negeri,sampai saat ini aku dan Ina belum pernah bertemu dengan keluarga Doni. Doni mau menerima aku apa adanya, ia menyatakan cinta padaku..walau hatiku masih mencintai Bp.Dodo, namun aku tidak mungkin mencintai seseorang yang telah berani mengambil senyumanku. Aku dan Doni berpacaran 2 bulan, lalu kita putus, karena aku tahu Ina mencintai Doni..mereka berdua sahabatku, tapi setelah kami putus, aku, Doni, dan Ina menyadari bahwa hubungan kami mulai tidak sehat sebagai sahabat, akhirnya Ina merelakan Doni untukkuMalam itu, Ina pulang duluan, lalu tinggal aku berdua dengan Doni.

Di malam itu Doni melamarku, aku terkejut melihat ketulusan Doni mencintaiku, aku menerima lamarannya tanpa ragu-ragu. Karena menurut Doni, orang tuanya tidak setuju aku berpacaran dengannya, kami menikah diam-diam di puncak, dan Ina sebagai saksinya, PErnikahan yang hampa tapi indah walaupun tanpa kehadiran dari kedua orang tua kami masing-masing. Senyumanku kembali

Setelah kami melakukan malam pertama kami di puncak, kami berdua berjanji untuk tidak merahasiakan apa-apa diantara kami, aku memulai kejujuran bahwa aku tidak perawan, Doni tertunduk dan berkata bahwa ia sudah tahu, ya..karena waktu itu aku menceritakan ini kepada Doni dan Ina, namun mereka berdua tidak pernah tahu siapa yang melakukan itu, karena aku tidak mau nama Bp.Dodo rusak gara-gara aku. Dengan mengambil nafas panjang aku menyebutkan namanya “Dodo..Pak Dodo”. Doni tertegun,dan menagis..namun kami dikagetkan dengan dobrakan dari seorang lelaki yang aku kenal..”Pak Dodo?!” tanyaku kaget, lalu Doni berkata..”Papa…!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: