Kata Mutiara

Februari 3, 2010 at 9:04 am (KATA MUTIARA)

Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata -katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan, luka kerana kata – kata adalah sama buruknya dengan luka berdarah.

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.

Sumber : Dari berbagai macam sumber

1 Komentar

  1. smile said,

    Salam kenal……

    Bagi saya

    kalimat ini :
    Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

    merupakan suatu penyiksaan terhadap diri sendiri,…karena manusia pada dasarnya adalah egois dan akhirnya bisa menjadi serigala terakhir buat hidup orang lain.

    cinta bagi saya adalah seperti 2 buah gelas yang berisi sama sama penuh, karena jika salah satunya kurang dan tidak penuh, tentunya gelas yang satu akan memenuhi gelas yang lain dan gelas yang mengisi akan kekurangan serta gelas yang diisi akan kepenuhan, dengan kata lain akan saling mengisi dan masing masing akan jadi kekurangan karenanya. tapi jika dua buah gelas sudah penuh, bahkan meluap, tentunya gelas berisi tersebut akan bisa menjadi panutan dan berkat buat orang lain disekitarnya, tidak hanya memikirkan keduanya yang selalu mengisi dan akhirnya jadi kekurangan….

    nice blog,..salam kenal dari smile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: